Articles by "burung murai batu"
Tampilkan postingan dengan label burung murai batu. Tampilkan semua postingan
Burung Murai Batu Giras
Jika Anda seorang kicaumania mungkin pernah mengalami permasalahan burung murai batu yang giras/liar. Biasanya burung murai batu giras akan berdampak pada intensitas kicau dari si burung. Burung murai batu akan lebih sering diam ketimbang berkicau. Ini diakibatkan pada saat burung dipindah dari lingkungan lamanya ke lingkungan baru, burung murai batu belum mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, maka secara otomatis burung akan menjadi liar/giras.

Burung murai batu giras sangat mungkin disembuhkan. Asalkan burung mendapatkan terapi yang tepat sehingga dapat kembali jinak dan berkicau lagi. Jika sobat mengalami masalah ini, berikut tips menjinakkan burung murai batu giras:
  1. Burung yang giras dikarenakan burung belum akrab dengan suasana tempat tinggalnya yang baru maka dari itu, tempatkan sangkar burung yang sudah dalam kondisi di kerodong menggunakan kain hitam di daerah yang dilalui oleh penghuni rumah. Bisa diteras rumah ataupun di ruang keluarga, dan lakukan tahap ini sampai dengan 4 hari kedepan.
  2. Di hari kelima, buka kerodong hingga setengah bagian. Namun sangkar burung masih diletakkan sama seperti di tahap awal. Lakukan cara ini selama 1 bulan, jika burung menunjukkan sifat liarnya lagi, jangan khawatir karena seperti itulah harusnya, karena burung murai baru diperkenalkan lagi dengan lingkungan barunya.
  3. Jika sudah 1 bulan, selanjutnya kerodong di buka (full) namun masih diletakkan dalam ruangan. Lakukan tahap ini hingga 3 bulan lamanya, jika ada tanda-tanda ngurak atau burung mulai berkicau, maka terapi ini sudah berhasil di lakukan.
Selama masa terapi penjinakan burung murai batu giras, burung tetap mendapat asupan makanan yang cukup. Namun untuk tahap 1 porsi makan sedikit dikurangi agar burung full istirahat. Untu selebihnya burung mendapatkan porsi makan yang sama seperti biasanya.

Pemberian EF dapat dilakukan pada tahap kedua, EF yang bagus untuk murai batu adalah jangkrik. Jangkrik diberikan dengan tangan, jika burung mengambil jangkrik yang ada di tangan sambil menunjukkan gerak fisik seperti mengeleparkan sayap dan mulut (terbuka), maka hentikan pemberian EF langsung melalui tangan, cukup letakkan EF pada cepuknya saja.

Proses mandi juga diperlukan agar burung tetap dalam kondisi sehat dan bersih. Waktu terbaik untuk mandi adalah pukul 7.00 - 10.00 wib selama 10 menit menggunakan semprotan (spriyer) dan diangin-anginkan selama 30 menit. Jika hal tersebut di lakukan dengan rutin, dalam waktu beberapa bulan saja burung murai batu sudah kembali jinak dan berkicau lagi.
Jika Anda ingin memelihara burung murai batu trotol (anakan/piyik) baiknya pilihlah murai batu umur 7 hari sampai dengan umur 2 bulan. Sebab pada umur segitu burung akan lebih mudah dijinakkan serta dilatih. Namun untuk perawatannya sendiri memang membutuhkan tantangan yang cukup besar.

Berikut tips perawatan murai batu umur 7 hari s/d 2 bulan:
    perawatan murai batu umur 2 bulan
  • Saat anda membeli anakan murai batu umur 7 hari, 9 hari sampai dengan 2 bulan, maka sudah pasti anakan tersebut belum dapat memakan voer keras. Maka untuk memberikan makannya, Anda wajib meloloh anakan murai batu dengan voer basah (lembek).
  • Pada saat anakan murai batu umur 2 bulan ke atas (sudah dapat makan sendiri), pemberian pakan dapat diubah dengan menambahkan EF kroto. Kroto diberikan pada cepuk makan dan dapat ditambah juga dengan 25 ulat hongkong, 1 sendok makan ulat kandang dan 3 ekor jangkrik ukuran sangat kecil (cincang).
  • Pada hari pertama pemberian pakan EF, cek pakan apakah masih ada atau tidak, jika habis maka tambahkan kroto.
  • Ulangi langkah ini hingga hari ke 3. Dimana pada tahap ini , diharapkan trotol bisa lebih fit dan siap untuk di ajari makan voor.
  • Untuk hari keempat burung mulai diberi kembali pakan voer yang ditambah dengan sedikit air, hingga teksturnya menjadi lembut dan jangan lupa untuk menambahkan sedikit kroto dengan perbandingan 1:1. Kemudian diaduk hingga rata hingga adonan voer basah menutupi kroto.
  • Lakukan hal diatas hingga hari ke 6 dan 7. Dan pada saat memasuki hari ke 8 hentikan pemberian kroto dan berikan anakan murai batu voer basah saja.
  • Pada tahap selanjutnya, mulailah untuk mengurangi kadar air pada voer basah. Lakukan bertahap selama 3-4 hari hingga trotol mau makan voer kering.
Jika perawatan murai batu umur 2 bulan di lakukan dengan baik, maka biasanya dalam waktu 2 minggu sudah akan menunjukkan hasil yang bagus. Trotol sudah akan memakan voer kering, maka untuk pemberian kroto sudah dapat dihentikan.
Jenis-jenis Burung Murai Batu
Bagi seorang kicaumania, entah itu master ataupun newbie, memelihara burung murai batu sudah menjadi suatu keharusan. Bagaimana tidak, burung yang terkenal dengan suaranya yang lantang namun merdu ini merupakan primadonanya burung kicauan. Bahkan di setiap kontes burung kicauan, selalu ada tempat/kategori untuk burung murai batu untuk diperlombakan. Baca juga ciri burung murai batu sudah siap mengikuti lomba.

Di Indonesia sendiri ada beberapa jenis burung murai batu yang banyak dipelihara oleh kicaumania. Burung-burung murai batu tersebut dikelompokkan dari asal daerahnya, seperti burung murai batu Medan, Lampung, Jawa, dan sebagainya. Namun pada beberapa kasus, pengelompokkan ini masih belum akurat, misalnya ada beberapa jenis murai batu asal Aceh, yang masih dianggap sebagai burung murai batu Medan.

Berikut adalah jenis-jenis murai batu yang ada di Indonesia:

1. Burung murai batu Sumatera
  • Burung murai batu Medan. Burung ini berasal dari wilayah Sumatera Utara. Di alam liar, habitat burung ini banyak terdapat di hutan Bahorok dan Bukit Lawang. Selain itu burung murai batu Medan juga dapat ditemukan di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh).
  • Burung murai batu Lampung. Habitat burung ini berada pada hutan-hutan di wilayah Lampung dan sekitar Gunung Krakatau. Di alam bebas, burung murai batu Lampung sudah sangat sulit ditemukan karena burung ini kerap diburu untuk berbagai kepentingan. 
  • Burung murai batu Nias. Burung ini merupakan burung endemik yang berasal dari pulau Nias, di Provinsi Sumatera Utara. Burung ini cukup diminati oleh kalangan kicaumania karena keunikan pada bulu ekornya yang berwarna hitam (Black Tail Shama)
2. Burung murai batu Kalimantan
  • Burung murai batu Palangka. Burung ini sejatinya hanya dapat ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
  • Burung murai batu Banjar. Burung ini banyak ditemukan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dengan ciri utama yakni postur ekor yang lebih panjang bila dibandingkan dengan burung murai batu Palangka.
3. Burung murai batu Jawa. Nama lain dari burung murai batu ini adalah Larwo. Di alam bebas burung murai batu Jawa sudah sangat sulit ditemukan karena populasinya yang memang sudah semakin berkurang, akibat maraknya perburuan untuk kepentingan ekonomi. Padahal dulu burung murai batu Jawa (Larwo) merupakan burung kicauan favorit di Jawa karena mempunyai suara yang khas. Namun kini kicaumania di Jawa sudah mulai beralih ke jenis burung murai lainnya seperti yang berasal dari Sumatra dan Kalimantan.

Selain itu jenis-jenis burung murai batu juga biasa dikategorikan berdasarkan ciri fisiknya, seperti burung murai batu ekor putih dan ekor hitam. Untuk burung murai batu jenis ekor hitam, biasanya berasal dari pulau Nias, Kepulauan Mentawai, dan Simeulue. Namun burung murai batu yang menjadi primadona kicaumania adalah burung murai batu yang berekor putih, entah apa sebabnya namun itulah fakta yang banyak beredar dari di lapangan. Padahal burung murai batu ekor hitam, juga sering tampil di kontes burung kicauan dan tidak jarang juga keluar sebagai pemenang.
Daftar Harga Burung Murai Batu Terbaru Bulan Mei 2017
Sebagai burung yang mempunyai trah petarung di setiap kontes burung kicauan, burung murai batu selalu menjadi primadona bagi kicaumania dimanapun berada. Burung yang satu ini memang mempunyai banyak kelebihan dari burung jenis lainnya. Tubuhnya yang proporsional, bulu yang indah serta memiliki suara yang lantang namun indah, membuat burung ini selalu menjadi incaran pecinta burung kicauan sejak masih bakalan ataupun yang sudah siap tempur.

Dengan segala kelebihannya ini, burung murai batu selalu mengalami perubahan harga hampir setiap bulannya. Tercatat dari informasi yang kami terima dari seorang pedagang burung di wilayah Jakarta, harga burung murai batu bulan mei 2017 ini mengalami kenaikan untuk beberapa jenis dari burung murai batu. Hal ini diakibatkan dari semakin tingginya permintaan akan burung murai batu, dan yang pasti ini menjadi kabar baik bagi para peternak burung murai batu.

Berikut daftar harga burung murai batu bulan mei 2017:

  • Harga Burung Murai batu borneo dewasa hutan - Rp 600.000
  • Harga Burung Murai batu kalimantan dewasa hutan - Rp 600.000
  • Harga Burung Murai air - Rp 250.000
  • Harga Burung Murai batu medan dewasa hutan - Rp 1.300.000
  • Harga Burung Murai batu medan trotolan hutan jantan - Rp 2.100.000
  • Harga Burung Murai batu nias ekor hitam dewasa hutan - Rp 1.200.000
  • Harga Burung Murai batu nias ekor hitam trotolan - Rp 1.400.000
  • Harga Burung Murai batu nias trotolan - Rp 1.200.0000
  • Harga Burung Murai batu nias jadi - Rp 1.600.000 sampai Rp 3.500.000
  • Harga Burung Murai batu aceh trotolan hutan jantan - Rp 2.200.000
  • Harga Burung Murai batu aceh dewasa hutan - Rp 1.700.000
Harga burung murai batu diatas merupakan kisaran harga yang ada di satu wilayah (pasar burung). Untuk harga burung di wilayah lainnya, mungkin akan ada perbedaan yang signifikan. Namun secara umum harga burung ini dapat dijadikan pertimbangan untuk Anda yang ingin membeli burung murai batu di pasar burung.
Ketika memaster burung, cara yang paling efektif ialah dengan memakai suara isian asli burung type lain. Cara memaster seperti ini dilakukan bila memang kicaumania bisa menghadirkan burung-burung master yang bagus dan berkualitas. Namun apabila kicaumania memiliki dana yang terbatas pastinya bakal susah untuk menghadirkan burung-burung master terbaik. Di zaman yang serba canggih ini memaster burung sudah tidak lagi terpaku dengan cara-cara tradisional seperti itu. Kita dipermudah dengan adanya piranti elektronik yang bisa mengoptimalkan serta mempersingkat waktu efektifitas pemasteran burung murai batu. Pemasteran dengan memakai kaset/ CD juga cukup bagus bila dilaksanakan dengan benar. Diluar itu pemakaian kaset/ CD masteran jelas lebih murah serta praktis.

Tips Memaster Burung Murai Batu yang Paling Efektif
Terkadang kicaumania salah dalam memaster sehingga burung yang di master justru jatuh mentalnya, lantaran takut pada suara burung masteran. Akibatnya suara burung murai malah menjadi kecil seperti ngeriwik atau burung jadi stress mendengar rekaman burung master secara terus-terusan. Salah satu cara untuk menghindar dari efek burung stress dalam pemasteran, cara yang paling efektif ialah dengan menggunakan kaset rekaman burung masteran yang di putar selama 20 detik. Kemudian, tekan tombol recording selamat 15-20 menit. Berarti, suara selama 15-20 menit selanjutnya dihapus. Non-aktifkan tombol recording serta biarkan kaset berputar lagi selama 20 detik. Lakukan hal semacam itu sampai satu segi kaset habis. Balik kaset serta lakukan hal yang sama untuk side tersebut. itu dilaksanakan dengan cara pertama bila anda memakai kaset. Nah selain menggunakan kaset, pemasteran bisa juga menggunakan CD yang telah diformat seperti kaset rekaman diatas. Akan tetapi cara yang paling efektif adalah menggunakan kaset masteran murai batu.

Pemasteran yang dilaksanakan tidak terbatas oleh waktu, makin lama serta makin banyak burung master, maka makin banyak juga perbendaharaan suara masteran yang dipunyainya. Pemasteran yang umumnya dilakukan ialah saat burung mabung atau rontok bulu dan dalam waktu yang tidak lama burung bakal tenang serta diam, nah saat itulah saat terbaik untuk melakukan pemasteran dengan kaset masteran. Dan satu hal lagi, saat memaster burung murai batu baiknya burung dalam keadaan dikerodong sehingga burung akan lebih tenang dan cepat untuk menerima suara-suara masteran.
Sebagai burung yang paling banyak diminati dikalangan pecinta burung kicauan, burung murai batu tidak lepas dari serangan penyakit yang dapat menyebabkan berbagai permasalahan pada burung tersebut. Mulai dari kehilangan suara hingga yang paling buruk adalah berakhir dengan kematian. Bagi kicaumania seharusnya Anda dituntut untuk mengetahui gejala-gejala yang umum terjadi pada burung murai batu anda, sehingga dengan begitu Anda dapat segera memberikan penanganan terhadap gejala tersebut.

Penyakit Burung Murai Batu
Untuk mendapatkan burung murai batu yang sehat ditentukan dari peawatan yang Anda lakukan sendiri, semakin sering dan rutin perawatan yang Anda lakukan maka burung murai batu kesayangan Anda pun akan semakin sehat dan gacor. Demi menjaga kesehatan burung murai batu jagoan Anda tetap dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit, maka Anda dituntut untuk lebih teliti lagi dalam urusan perawatannya. Dengan mengetahui kondisi burung dan jenis penyakit yang dialami maka Anda segera melakukan penanganan agar burung cepat sembuh dan kembali berkicau.

Berikut adalah jenis-jenis penyakit yang menyerang burung murai batu:

  • Suara burung murai batu yang serak. Penyakit burung murai batu ini biasanya ditandai dengan suara burung yang tersendat-sendat seperti ada sesuatu yang mengganjal ditenggorakkan.
  • Kutu pada bulu burung murai batu. Penyakit ini biasanya dapat dikenali dari kebotakan yang terjadi pada burung (bukan karena mabung), selain itu burung murai batu terlihat gelisah sambil mematuki bulunya.
  • Senot. Penyakit ini ditandi dengan pembengkakan pada mata burung Murai serta dibarengi dengan mata berair. Biasanya ini terjadi karena pemberian pakan serangga yang berlebihan.
  • Bulu ekor yang rontok tidak mau tumbuh. Biasanya penyakit ini biasanya dikarenakan burung murai batu mabung yang tidak sempurna, sehingga bulu ekor terhambat pertumbuhannya.
Keindahan burung murai batu tergantung dari perawatan yang Anda lakukan, maka dari itu jaga kesehatan burung murai batu, kenali penyakit burung murai batu dan lakukan penanganan yang tepat untuk mendapatkan burung murai batu gacor yang sehat.
Dalam dunia kicaumania, perawatan burung kicauan adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Nah, salah satu dari perawatan tersebut adalah pemilihan sangkar yang tepat untuk burung kicauan anda. Sangkar yang bagus adalah sangkar yang memiliki ukuran yang sesuai dengan burung kicauan kita. Sangkar yang tepat dapat kita lihat dari tingkah laku burung itu sendiri ketika berada di sangkar.

Tips Memilih Sangkar untuk Burung Murai Batu
Selain untuk tempat tinggal, sangkar burung juga berfungsi untuk menjinakkan, melatih suara, dan untuk mempermudah dalam memberikan perawatan. Akan tetapi jika anda memiliki burung murai batu, maka anda perlu mempersiapkan sangkar khusus untuknya agar murai batu bisa bergerak bebas dan nyaman berada disangkarnya.

Berikut tips memilih sangkar Burung Murai Batu:

  • Jika burung murai batu memiliki ukuran tubuh yang besar dan memiliki ekor yang panjang, maka jenis sangkar yang tepat untuknya adalah sangkar yang berukuran besar dan terdapat tenggeran, sehingga burung akan lebih bebas untuk terbang dan beristirahat.
  • Jika murai batu memiliki ukuran tubuh yang kecil dengan ekor yang tidak terlalu panjang seperti murai batu jawa dan burung murai batu borneo, anda bisa memilih bentuk sangkar burung yang sedang, atau sangkar yang berbentuk bulat cembung.
Pada prinsipnya, memilih sangkar burung murai batu yang tepat sangat berpengaruh terhadap performa burung. Jadi piawailah memiliki sangkar yang tepat, sesuaikan dengan besar dari tubuh burung itu sendiri. Dan selalu perhatikan tingkah burung murai batu anda, jika dia gelisah atau stress kemungkinan sangkar tersebut sudah tidak cocok lagi untuknya (disamping alasan lain) dan segeralah menggantinya untuk kenyamanan burung murai batu anda.