Articles by "Kesehatan Burung"
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Burung. Tampilkan semua postingan
Sebagai burung yang paling banyak diminati dikalangan pecinta burung kicauan, burung murai batu tidak lepas dari serangan penyakit yang dapat menyebabkan berbagai permasalahan pada burung tersebut. Mulai dari kehilangan suara hingga yang paling buruk adalah berakhir dengan kematian. Bagi kicaumania seharusnya Anda dituntut untuk mengetahui gejala-gejala yang umum terjadi pada burung murai batu anda, sehingga dengan begitu Anda dapat segera memberikan penanganan terhadap gejala tersebut.

Penyakit Burung Murai Batu
Untuk mendapatkan burung murai batu yang sehat ditentukan dari peawatan yang Anda lakukan sendiri, semakin sering dan rutin perawatan yang Anda lakukan maka burung murai batu kesayangan Anda pun akan semakin sehat dan gacor. Demi menjaga kesehatan burung murai batu jagoan Anda tetap dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit, maka Anda dituntut untuk lebih teliti lagi dalam urusan perawatannya. Dengan mengetahui kondisi burung dan jenis penyakit yang dialami maka Anda segera melakukan penanganan agar burung cepat sembuh dan kembali berkicau.

Berikut adalah jenis-jenis penyakit yang menyerang burung murai batu:

  • Suara burung murai batu yang serak. Penyakit burung murai batu ini biasanya ditandai dengan suara burung yang tersendat-sendat seperti ada sesuatu yang mengganjal ditenggorakkan.
  • Kutu pada bulu burung murai batu. Penyakit ini biasanya dapat dikenali dari kebotakan yang terjadi pada burung (bukan karena mabung), selain itu burung murai batu terlihat gelisah sambil mematuki bulunya.
  • Senot. Penyakit ini ditandi dengan pembengkakan pada mata burung Murai serta dibarengi dengan mata berair. Biasanya ini terjadi karena pemberian pakan serangga yang berlebihan.
  • Bulu ekor yang rontok tidak mau tumbuh. Biasanya penyakit ini biasanya dikarenakan burung murai batu mabung yang tidak sempurna, sehingga bulu ekor terhambat pertumbuhannya.
Keindahan burung murai batu tergantung dari perawatan yang Anda lakukan, maka dari itu jaga kesehatan burung murai batu, kenali penyakit burung murai batu dan lakukan penanganan yang tepat untuk mendapatkan burung murai batu gacor yang sehat.
Tips Menangani Burung yang Stres dan Ngedrop
Burung yang alami desakan psikis terlebih fisik dapat merasa stress sehingga akan membisu, atau dengan kata lain tidak mau berkicau lagi. Supaya burung kembali pada performancenya beragam usaha dilaksanakan supaya burung kembali berkicau. Beragam jenis argumen yang mengakibatkan burung stress serta ngedrop salah satunya ialah lantaran perjalanan, kerap dipegang, diperlakukan kasar, takut dengan satu warna/barang, trauma dengan binatang buas, serta ngedrop lantaran kalah bertarung.

Di umur yang masih muda burung rawan alami stress untuk itu kita mesti berhati-hati apabila merawatnya, lain halnya dengan burung yang telah mapan dari sisi umur ataupun mental, bila stress lebih gampang untuk di kembalikan pada posisinya. Tetapi burung muda sedikit perlu kesabaran, untuk itu di sini kami mau sharing tips menangani burung yang stres dan ngedrop.

Berikut adalah tips menangani burung yang stres dan ngedrop yang bisa anda coba:

  • Burung dikerodong serta di asingkan, janganlah dipertemukan dengan burung sejenis atau burung predator. 
  • Lakukan Pengembunan, yakni tiap-tiap pagi sepanjang satu minggu burung dikeluarkan dari rumah dari jam 04:30 atau seputar subuh. 
  • Jam 7 Pagi burung dimandikan, lalu diberi EF 
  • Sesudah dijemur serta bulu mulai kering, burung di ambil, diteduhkan 15 menit lalu dikerodong kembali sampai besoknya. 
  • Lakukan langkah ini sepanjang dua minggu, apabila burung tidak ada persoalan dengan kesehatan, kami yakinkan burung sudah sembuh dari stress serta bakal mulai berkicau. 
Inti dari terapi ini ialah berikan EF-extra Food yang cukup pada burung hingga burung memperoleh nutrisi yang prima untuk memulihkan staminanya, diluar itu Pengembunan mempunyai faedah yang benar-benar bagus untuk system pernafasan serta kesehatan bulu-bulu burung. Terapi ini bisa diaplikasikan untuk semua type burung berkicau seperti Cendet, Kacer, Murai, Kenari, Cucak Ijo ataupun Cucak Rowo. #Gembala-News.
Tips Mengenali Burung Kicauan yang Sakit
Di artikel kesehatan burung kali ini kita akan membahas secara detail bagaimana cara mengenali burung kicauan yang sakit atau tidak hanya melalui kotorannya. Namun perlu kami ingatkan bahwa disini anda mesti cermat lantaran tergantung warna voer yang anda pakai. Jadi anda mesti sesuaikan dengan situasi kotoran burung anda. Berikut ini ialah langkah untuk mendeteksi apakah burung kicauan anda sakit atau tidak melewati ciri-ciri kotorannya.
  • Burung kicauan tidak keluarkan kotoran. Nah ini jelas sakit yang disebabkan adanya penyumbatan pada kloaka. 
  • Feses harian dalam jumlah yang kurang atau sedikit. Burung kicauan dapat dicurigai sakit lantaran malas makan. 
  • Feses terdapat pasir halus. Berarti ada masalah di pencernaan.
  • Feses yang berlendi. Berarti tengah alami infeksi dalam alat pencernaannya.
  • Feses berkapur. Berarti pencernaan yang tidak evisien 
  • Feses berwarna hijau muda sekali serta berair. Berarti burung tengah menanggung derita sakit hati (lever).
  • Feses yang berwarna kuning. Berarti burung kicauan sakit hati terkena tetelo 
  • Feses warnanya merah. Burung mengalami luka dalam, namun bila dia makan buah anggur atau beri, beri, dia juga berwarna merah. 
  • Feses yang keras warna gelap serta kering. Berarti terlampau banyak pakan kering. 
  • Feses cuma memiliki kandungan materi putih. Berarti burung hanya minum, malas makan. 
  • Feses berwarna hijau juga berair. Burung tengah sakit. 
  • Feses berwarna hijau muda dan memiliki kandungan air. Berarti Kandungan air yang banyak pada pakan, dapat juga lantaran buah-buahan. 
  • Feses padat berwarna hijau ada titik putih. Berarti dia sehat walafiat. 
Itulah ciri yang bisa anda amati bila suatu waktu burung anda mengalami sakit, tujuannya agar anda dapat segera melakukan penanganan/pengobatan agar burung kesayangan anda dapat kembali sehat dan gacor lagi.