Articles by "Burung Kicauan"
Tampilkan postingan dengan label Burung Kicauan. Tampilkan semua postingan
Kutu merupakan salah satu jenis penyakit yang paling sering menyerang burung kicauan. Burung yang diserang kutu akan mengakibatkan performa burung menjadi kurang maksimal, dan lebih parahnya lagi akan berdampak buruk pada suara burung kicauan.

Mengatasi Penyakit Kutu Pada Burung
Kutu yang bersarang pada bulu burung kicauan, akan meninggalkan rasa gatal yang luar biasa. Sehingga ketika burung mulai merasa gatal, maka burung pun akan mematuki bulunya secara terus-menerus. Rasa gatal tersebut akan membuat burung sulit berkonsentrasi, akibatnya burung jadi malas bunyi (berkicau).

Jika penyakit kutu burung dibiarkan terlalu lama, maka dapat dipastikan burung akan mengalami kebotakan serius. Untuk mengatasi penyakit kutu burung ini, sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan obat kutu khusus burung. Namun disini kami tidak menyarankan kepada Anda untuk menggunakan obat kimia, karena pada dasarnya kutu burung dapat dihilangkan dengan bahan-bahan alami. Berikut ramuan ajaib yang bisa Anda gunakan saat burung kicauan Anda diserang penyakit kutuan.

Menghilangkan kutu dengan ramuan air bekas cucian beras (tajin)

Air tajin (dalam bahasa Jawa) memang sangat ampuh untuk mengatasi penyakit kutu. Air tajin mampu menembus lapisan lilin pada bulu burung dimana tempat kutu dan telurnya bersarang. Saat burung dimandikan dengan air tajin ini maka otomatis air akan membasahi bulu burung dan menembus lapisan lilinnya, sehingga melepaskan kutu beserta telur yang bersarang.

Cara menggunakan ramuan air tajin ini sangat mudah, Anda hanya perlu memasukkan air tajin tadi kedalam semprotan (sprayer) kemudian burung disemprot dengan air tajin. Anda bisa menyemprotnya dengan cara memegang burung atau menyemprotnya dari luar sangkar. Nanti akan terlihat kutu karena keluar dari sarangnya. Mudah sekali bukan.

Cara untuk lain menghilangkan kutu burung adalah dengan ramuan ajaib dari daun sirih. Untuk ramuan ajaib ini sudah pernah kami bahas sebelumnya pada artikel tips perawatan burung kacer yang terserang kutu, jadi silahkan dibaca-baca kembali.
Bagi seorang kicaumania, membawa burung kicauan dalam perjalanan mungkin sudah biasa dilakukan. Namun bagi seorang pemula, apalagi yang baru memiliki burung kicauan, ketika membeli burung dari pasar Anda harus tahu bagaimana cara membawa burung yang benar. Karena jika salah dalam membawanya, burung yang semula berkicau gacor atau jinak, bisa-bisa mendadak menjadi membisu dan gahar. Maka dari itu membawa burung kicauan juga ada caranya sendiri dan berbeda-beda perlakuannya untuk setiap burung kicauan. Ini dikarenakan ukuran fisik serta karakter setiap burung itu berbeda-beda.

Cara Membawa Burung Kicauan
Credit: omkicau.com
Untuk membawa burung kicauan anakan/bakalan misalnya seperti burung poksai jambul putih dan burung jalak thailand sebaiknya menggunakan kardus yang kedua sisinya diberi lubang untuk sirkulasi udara. Sebaiknya kardus yang digunakan tidak terlalu besar dan tidak terlalu sempit seperti kardus bekas tempat sepatu. Selain itu saat membawanya dalam perjalanan hindari menggunakan plastik kresek atau sejenisnya, karena hal tersebut bisa sangat berbahaya bagi burung. Sebab, kaki burung bisa tertekuk dan itu bisa berakhir pada kepincangan yang sulit untuk disembuhkan.

Begitu pula untuk burung dari jenis cucak dan kutilang, untuk membawa burung kicauan ini Anda bisa menggunakan kardus yang sedikit lebih besar. Ini dikarenakan kedua jenis burung tersebut umumnya lebih aktif/lasak sehingga membutuhkan ruang yang lebih besar untuk geraknya seperti kardus bekas mie instant. Kardus ini bisa digunakan untuk membawa burung lebih dari 8 jam perjalanan dengan syarat burung benar-benar dalam kondisi sehat.

Jangan lupa untuk burung kicauan yang dibawa dengan kardus baiknya diberikan pakan sesuai dengan jenis burung masing-masing dengan porsi yang cukup, agar burung tidak lemas kelaparan ketika diperjalanan. Namun perlu diperhatikan juga membawa burung kicauan untuk kontes tidak boleh menggunakan kardus, sebab hal tersebut sangat beresiko terhadap mental burung dan sangat rawan "lepas" ketika akan dipindahkan. Untuk burung yang ingin dibawa menuju kontes burung kicauan, harus dibawa beserta sangkarnya tentunya dengan kondisi sangkar yang di kerodong namun tetap ada sedikit celah untuk sirkulasi udara, agar burung tetap dalam kondisi prima sampai ke tempat tujuan.